Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) melalui Bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Keperawatan menyelenggarakan “Webinar Reorientasi Kurikulum Keperawatan Berbasis Kebijakan Nasional, Standar Penjaminan Mutu, dan Kompetensi Keperawatan” pada hari Jum’at tanggal 12 Juni 2026, sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan keperawatan di Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh ketua umum AIPNI Prof. Agus Setiawan, SKp., MN., DN. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai perkembangan kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi, sistem penjaminan mutu, serta pembaruan standar kompetensi keperawatan yang perlu segera diakomodasi dalam pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan. Perubahan tersebut menuntut institusi pendidikan untuk melakukan penyesuaian agar kurikulum yang diterapkan tetap relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Webinar ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari institusi pendidikan keperawatan di seluruh Indonesia. Sebanyak 573 peserta yang berasal dari 299 institusi pendidikan keperawatan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan keperawatan serta memastikan keselarasan kurikulum dengan kebijakan dan standar terkini.
Untuk memberikan perspektif yang komprehensif, AIPNI menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan strategis, yaitu Dewi Wulandari dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Rohman Azzam, M.Kep., Ns. Sp. KMB dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), Prof. Dr. H. Nursalam, M.Nurs (HONS) selaku Ketua Kolegium Keperawatan Indonesia, serta Prof. Achir Yani S. Hamid, MN, DNSc selaku Guru Besar Keperawatan di Indonesia. Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi, implementasi standar penjaminan mutu, pengembangan kompetensi lulusan, serta strategi penyelarasan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Ketua Bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Keperawatan AIPNI menyampaikan bahwa hasil diskusi, masukan, dan rekomendasi yang dihasilkan dari webinar ini akan menjadi landasan penting dalam penyempurnaan kurikulum pendidikan keperawatan di Indonesia. Luaran utama yang ditargetkan adalah tersusunnya dokumen penyesuaian Kurikulum Pendidikan Ners dan Magister Keperawatan yang selaras dengan kebijakan nasional terbaru, standar penjaminan mutu pendidikan tinggi, serta standar kompetensi keperawatan yang berlaku. Dokumen tersebut diharapkan dapat diluncurkan pada kegiatan Rapat Tahunan AIPNI (RTA) 2026.
Melalui kegiatan ini, AIPNI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan keperawatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Diharapkan hasil webinar ini dapat menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di tingkat nasional maupun internasional.
